Urat Nadi pengikat [BAG. 1]
Dikala
berkumandangnya lantunan-lantunan ayat al-Qur’an mendesir keras namun sangat
lembut terdengar ditelinga ini dan pada saat ini pula waktuq telah usai untuk
menikmati tidur yang membuat mimpi-mimpi indah di malam hari.
Yah, seperti
biasanya untuk menjadi keseharianq mengisi waktu kosong setelah kelulusan di
bangku SMA aku membantu ibu dan keluarga mencukupi kebutuhan sehari- hari demi
terpenuhinya kantong-kantong lambung yang setiap harinya harus diisi dengan
butiran-butiran nasi beserta lauk-pauk!! Yah,,, hidup ini memanklah tidak mudah
untuk dijalani.p
Pagi-pagi aku
sudah harus melakoni segudang pekerjaan mulai dari cuci piring, bersih-bersih
rumah, namun sebelum itu aku harus membungkus nasi-nasi kuning yang akan
dijajakan mama’ di SD dekat rumahq.
Sebelum aku bangun
mama’ sudah mendahuluiku terjaga dari tidurnya, dan mungkin ia tidak tidur
setiap malamnya. Memasak nasi, lauknya, belum lagi aneka gorengan yang harus
dia buat! Sering q perhatikan kerut-kertan kulit wajahnya, keletihan yang dia
rasakan dan selalu membuatnya mengeluh namun dia harus dan harus berjuang
menafkahi anak-anaknya.
Yap.. beginilah
setiap pagi!! Semua orang sibuk dengan aktfitasnya masing-masing, aku pun harus
cepat dan lekas membereskan barang-barang yang harus dibawa mama’ tak jarang
terjadi percek-cokan jika sudah melanda virus-virus kepanikan jikalau pukul
07.00 dan belum juga beres pekerjaanku itu.
“Oalah….cepetan
yang kerja, inini udah siang!! Entar keburu bocah-bocah pada masuk bel. Ya nda’
laku-laku no jualanya!!!
“iyo..in juga udah
spontan kerjanya”
“maka’ne lw
dibangunin itu cepat bangunnya,,, la’ gini kesiangan to!”
“eleh,,,kerjaanya
kok marah-marah wae.
“kalo’ dbilangin
itu denger telinganya.. jangan mbantah!
Begitulah jamu
dipagi hari yang selalu q teguk, Terasa
pahit. Yah.. dengan begitu aku dan hidupku punya aneka cita rasa yang bisa
menjadikan catatan kisah yang q jalani. Setelah semua usai mama’ diantar
bersama dengan motor butut jaman nenek moyang yang kalau dinaiki body
kerangkanya bisa lepas dengan sendirinya jika diterpa angin agak kencang. Namun
itulah pengais rezeki untuk keluargaku.
v
Jam dinding terus
berputar, matahari menyingsing , orang-orang lalu lakang dengan aktifitasnya
masing-masing. Bocah-bocah berlarian menuju sekolah, ibu-ibu buruh tanam beserta bapak-bapak berbondong-bondong menuju ladang
rezeki. Hiruk – pikuk para hamba-hamba tuhan dimuka bumi dalam berburu rezeki
dan pangan telah dimulai. Siapa yang kerja yah dialah yang bertahan di alam
yang penuh akan tantangan dan badai godaan.
Namun… itulah
kehidupan dikalanganku! Tidak seperti sebagian kalangan yang telah merasakan
kemerdekaan dan kejayaan akan hidupnya. Mereka tampak begitu santai, glamour,
modis n necis satu stel dari atas sampai bawah. Kadang kala aku iri dan merasa
jenuh dengan hidup yang penuh dengan pergolakan batin ibu dan bpak seperti
badai tsunami yang telah meluluh-lantahkan pertahanan batin serta kesabaran
hatiku.
Dikala sedang
bekerja sering terjadi rangkaian lamunan tingkat dewa yang membawaku terbang
menuju istana di atas awan yang kesemua hal itu membuatku senyum-senyum
sendiri. Sempat pernah kepergok sama kakak, malu sich..
“ wee..
senyum-senyum sendiri! Kasmaran ap.”
“ah..eng..ngga’’…
ih<,,Gila urusan”
“ Dasar ABG labil”
“masalah buat loe”
Hmm…
lucu kalau diingat-ingat!! Yah, kakakq itu seorang laki-laki yang mukanya itu
bisa dibilang yah lumayan serem kalau bibit-bibit emosinya datang!! Dirumah g’
ad yg berani bersuara ap lagi kentut kalau moodnya lagi g’ baik… yah dia g’
pernah nganggur ksetelah lulus SMA. Dia berusaha bayar dengan usahanya sendiri
walaupu hanya kuliah jarak jauh,,dia
ambil yang hanya disamping desa saja untuk mempermudah membantu dan memantau
keluarga mencari nafkah!!
#BERSAMBUNG.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar